Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Juni 2010

Tutorial Membuat Distro Linux Sendiri

Varian atau distro dari Linux itu sangatlah banyak sekali. Dan sekarang ini jumlahnya mungkin sudah ratusan. Dan masing-masing distro linux mempunyai ciri khas tersendiri. Berikut ini saya akan jelaskan bagaimana membuat distro linux sendiri.

Untuk membuat distro linux sendiri yang kita butuhkan adalah

Pertama, file iso linux Slax. Bisa di download disini

Kedua, beberapa module tambahan seperti aplikasi maupun game yang bisa anda download disini

Berikutnya adalah tutorial membuat distro linux sendiri disini

Minggu, 13 Juni 2010

Instalasi modem SMART

Langsung saja ikuti langkah-langkah di bawah ini.

1. install wvdial di ubuntu

download dan extract installermya di sini atau cari aja di kambing.ui.edu/

install file yang ada dengan urutan:

1. libxplc0.3.13_0.3.13-2ubuntu3_i386.deb

2. libwvstreams4.6-base_4.6-2_i386.deb

3. libwvstreams4.6-extras_4.6-2_i386.deb

4. libuniconf4.6_4.6.1-1_i386.deb

5. wvdial_1.60.3_i386.deb

caranya tinggal klik kanan di file trus pilih “Open with Gdebi Package Installer”.

2. setting konfigurasi wvdial

buka terminal trus ketik sudo gedit /etc/wvdial.conf trus ganti script yang ada dengan:

[Dialer smart]
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem = /dev/ttyUSB1
New PPPD = yes
Phone = #777
Username =smart
Password =smart
Ask Password = 0
Dial Command = ATDT
Stupid Mode = 1
Compuserve = 0
Force Address =
Idle Seconds = 300
DialMessage1 =
DialMessage2 =
ISDN = 0
Auto DNS = 1

trus save dan close.

3. setting konfigurasi PPP

buka terminal trus ketik sudo gedit /etc/ppp/options hapus dan ganti semua script dengan ini:

asyncmap
0
noauth
crtscts
modem
proxyarp
noipx
persist
idle
1000000

save dan close.

4. menghubungkan smart dengan ubuntu

hubungkan hp smart trus masuk terminal dan ketik lsusb

ntar keluar hasil beragam, sebage contoh ni:

Bus 006 Device 002: ID 15d9:0a37

Bus 006 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

Bus 005 Device 002: ID 05c6:9004 Qualcomm, Inc.

Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

di Bus 005 Device 002: ID 05c6:9004 Qualcomm, Inc. itulah letak hp smart yang terdeteksi oleh ubuntu. Setelah itu di terminal ketik:

sudo modprobe usbserial vendor=0×05c6 product=0×9004

5. dial-up internet

di terminal ketik sudo wvdial smart akan keluar hasil seperti ini:
xxx@xxx-desktop:~$ sudo wvdial smart
–> WvDial: Internet dialer version 1.60
–> Cannot get information for serial port.
–> Initializing modem.
–> Sending: ATZ
ATZ
OK
–> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
OK
–> Modem initialized.
–> Idle Seconds = 300, disabling automatic reconnect.
–> Sending: ATDT#777
–> Waiting for carrier.
ATDT#777
CONNECT
–> Carrier detected. Starting PPP immediately.
–> Starting pppd at Wed Dec 9 21:10:16 2009
–> Pid of pppd: 3639
–> Using interface ppp0
–> pppd: ������d[08]��d[08]
–> pppd: ������d[08]��d[08]
–> pppd: ������d[08]��d[08]
–> pppd: ������d[08]��d[08]
–> pppd: ������d[08]��d[08]
–> local IP address 10.12.93.135
–> pppd: ������d[08]��d[08]
–> remote IP address 10.20.4.12
–> pppd: ������d[08]��d[08]
–> primary DNS address 10.17.3.244
–> pppd: ������d[08]��d[08]
–> secondary DNS address 10.17.3.252
–> pppd: ������d[08]��d[08]

udah selese.

e-book linux ato infolinux download aja disini:

http://ftp.gunadarma.ac.id/linux/magazine/infolinux/PDF-INFOLINUX-2009/
http://ericplaystead.com/downloads/Ebooks/Linux/

Sabtu, 05 Juni 2010

Syarat Membuat Distro Linux Sendiri

Langsung saja teman-teman :
Untuk membuat distro linux sendiri di butuhkan keahlian tersendiri, lihatlah
yang dibutuhkan untuk membuat distro linux sendiri dibawah ini:

1. Menguasai Bahasa inggris
2. Terbiasa memakai perintah di Konsole
3 . Menguasai bahasa pemrograman (C & C++)
4. Mampu mengkompilasi Program dan kernel di Linux
5 . Memahami proses Booting Linux

Sekian dari saya semoga bermanfa'at.

Selasa, 04 Mei 2010

Setting Network File Sharing (NFS) di Ubuntu Linux

Setting Network File Sharing di Ubuntu Linux ini diperlukan jika anda ingin sharing atau berbagi file atau folder dengan komputer yang lain. Terutama jika komputer lain itu menggunakan OS linux juga, Jika anda hanya ingin sharing file dengan komputer lain yg ber OS windows, maka anda memerlukan Samba File Sharing yang akan saya bahas di Tutorial Linux berikutnya di Blog ini. Nah, ini dia cara Setting Network File Sharing (NFS) di Ubuntu Linux :

Setting Network File Sharing -NFS – di sisi Server/Host

1. Instal Paket NFS
#sudo apt-get install nfs-kernel-server nfs-common portmap

2. Konfigurasi paket portmap
#sudo dpkg-reconfigure portmap
(pilih no jika ditanya untuk bind loopback)

3. Edit file /etc/exports
#sudo vi /etc/exports

Sisipkan parameter2 berikut untuk akses full read-write dari beberapa client

/Data 192.168.2.1/24(rw,no_root_squash,async)

- /Data >> lokasi folder yg akan di shared
- 192.168.2.1/24 >> IP client yg boleh akses shared folder (192.168.2.2 – 192.168.2.254)
- (rw,no_root_squash,async) >> Permissions attribute, dalam hal ini full read-write

untuk akses read-only dari hanya satu Client, sisipkan parameter berikut

/Data 192.168.2.2 (ro,async)

4. Restart dan aktifkan NFS Server
#sudo /etc/init.d/nfs-kernel-server restart
#sudo exportfs -a

Setting Network File Sharing – NFS – di sisi Client

1. Instal Paket NFS Client
#sudo apt-get install portmap nfs-common

2. Konfigurasi paket portmap
#sudo dpkg-reconfigure portmap
(pilih no jika ditanya untuk bind loopback)

3. Buat folder lokal untuk me-mount shared folder di server
#sudo mkdir /media/Data

4. Mount manual shared folder di server ke folder lokal
#sudo mount 192.168.2.1:/Data /media/Data
- 192.168.2.1 >> ip address NFS server
- /Data >> Shared folder pada NFS server
- /media/Data >> mount point pada Client

5. Restart portmap dan NFS Client
#sudo /etc/init.d/portmap restart
#sudo /etc/init.d/nfs-common restart

6. Edit file /etc/fstab untuk automount pada saat restart/booting
#sudo vi /etc/fstab
sisipkan parameter berikut

192.168.2.1:/Data /media/Data nfs rw,hard,intr 0 0

Sampai tahap ini seharusnya anda sudah bisa sharing atau berbagi file dan folder dengan komputer Linux lainnya di jaringan lokal anda, mudah2an tutorial linux tentang Setting Network File Sharing (NFS) di Ubuntu Linux ini bisa berguna

Belajar Linux – Perintah Dasar Berbasis Teks (Bash Script) di Linux Terminal

Belajar Linux kita kali ini akan membahas Perintah Dasar Berbasis Teks (Bash Script) di Terminal linux . Tutorial Linux seperti ini sangat dibutuhkan bagi kita yang ingin lebih mendalami Linux. walapun saat ini perintah2 berbasis teks di Linux sudah banyak yang memiliki GUI (Graphical User Interface) sehingga lebih memudahkan user linux pemula namun pada beberapa perintah dasar linux, akan lebih efisien dan cepat jika tetap menggunakan perintah teks mode. Inilah beberapa Perintah Dasar Berbasis Teks (Bash Script) di Linux Terminal yang akan kita bahas pada tutorial belajar linux ini.

#any_command –help
Menampilkan keterangan bantu tentang pemakaian perintah. “–help” sama dengan perintah pada DOS “/h”.

#sudo
SuperUser Do, mendapatkan akses root atau administrator pada user biasa tanpa harus login sebagai root user

#ls
Melihat isi file dari direktori aktif. Pada linux perintah dir hanya berupa alias dari perintah ls. Untuk perintah ls sendiri sering dibuatkan alias ls –color, agar pada waktu di ls ditampilkan warna-warna sesuai dengan file-filenya, biasanya hijau untuk execute, dsb.

#ls -al
Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden, lalu ditampilkan layar per layar.

#cd directory
Change directory. Menggunakan cd tanpa nama direktori akan menghantarkan anda ke home direktori. Dan cd – akan menghantarkan anda ke direktori sebelumnya.

#cp /source /destination
Mengopi suatu file, gunakan cp -r untuk copy suatu directory

#mcopy /source /destination
Mengcopy suatu file dari/ke dos filesystem.
Contoh mcopy a:autoexec.bat ~/junk . Gunakan man mtools untuk command yang sejenis : mdir, mcd, mren, mmove, mdel, mmd, mrd, mformat….

#mv /source /destination
Memindahkan atau mengganti nama file
ln -s source destination Membuat Simbolic Links, contoh ln -sf /usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X, membuat Simbolic link dari file XF86_SVGA ke X

#rm /files
Menghapus file

#mkdir /directory
Membuat direktori baru

#rmdir /directory
Menghapus direktori yang telah kosong

#rm -r /files
(recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, tidak ada perintah untuk undelete di Linux

#more filename
Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampilkan layar per layar.

#less filename
Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol “q” apabila ingin keluar,

#pico filename
Edit suatu text file.

#pico -w filename
Edit suatu text file, dengan menonaktifkan fungsi word wrap, sangat berguna untuk mengedit file seperti /etc/fstab.

#lynx file.html
Melihat file html atau browse ke net dengan text mode, dimana gambar/image tidak dapat ditampilkan, tapi lynx adalah suatu browser yang sangat cepat, sangat berguna bila anda hanya menginginkan suatu artikel tanpa image.

#tar -zxvf filename.tar.gz
Meng-untar sebuah file tar sekaligus meng-uncompress file tersebut (*.tar.gz atau *.tgz), untuk meletakkannya direktori yg diinginkan tambahkan option -C direktori, contoh tar -zxvf filename.tar.gz -C /opt (meletakkan file tersebut di direktori /opt

#tar -xvf filename.tar
Meng-untar sebuah file tar yang tidak terkompress (*.tar).

#gunzip filename.gz
Meng-uncompress sebuah file zip (*.gz” or *.z). dengan menggunakan gzip (juga zip atau compress) jika anda menginginkan mengompress file.

#bunzip2 filename.bz2
Meng-uncompress file dengan format (*.bz2) dengan utiliti “bzip2″, digunakan pada file yang besar.

#unzip filename.zip
Meng-uncompress file dengan format (*.zip) dengan utiliti “unzip” yang kompatibel dengan pkzip for DOS.

#find / -name “filename”

Mencari “filename” pada komputer anda dimulai dengan direktori /. Namafile tersebut mungkin saja berisi wildcard (*,?).

#locate filename
Mencari file dengan string “filename”. Sangat mudah dan cepat dari perintah di atas.

#talk username1
Berbicara dengan keyboard dengan user lain yg sedang login pada mesin kita (atau gunakan talk username1@machinename untuk berbicara dengan komputer lain). Untuk menerima undangan percakapan, ketikkan talk username2. Jika seseorang mencoba untuk berbicara dengan anda dan itu dirasakan mengganggu, anda bisa menggunakan perintah mesg n untuk menolak pesan tersebut. Dan gunakan perintah who atau rwho untuk melihat siapa user yang mengganggu tersebut.

#mc
Menjalankan “Morton Commander” … eh… salah maksudnya “Midnight Commander” sebagai file manager, cepat dan bagus.

#telnet server
Untuk menghubungkan komputer kita ke komputer lain dengan menggunakan protokol TELNET. Gunakan nama mesin atau Nomor IP mesin, dan anda akan mendapatkan prompt login name dari mesin tersebut, masukkan passwordnya, oh ya .. anda juga harus punya account di mesin remote tersebut. Telnet akan menghubungkan anda dengan komputer lain dan membiarkan anda untuk mengoperasikan mesin tersebut. Telnet sangat tidak aman, setiap yang anda ketik menjadi “open text”, juga dengan password anda! Gunakan ssh alih-alih telnet untuk mengakses mesin secara remote.

#ssh user@ipaddress
(Secure Shell) Untuk mengakses mesin lain,

#rlogin user@ipaddress
(remote login) Menghubungkan anda kekomputer lain. Loginname dan password, tetapi apabila account anda tersebut telah dipakai, maka anda akan mendapatkan pesan kesalahan pada password anda. Sangat tidak aman juga, gunakan ssh sebagai gantinya.

#rsh user@ipaddress
(remote shell) Jalan lain untuk menghubungkan anda ke remote machine. Apabila login name/password anda sedang dipakai di remote mesin tsb, maka password anda tidak akan berlaku. Idem dengan rlogin, gantikan dengan ssh.

#ftp user@ipaddress
Ftp ke mesin lain, ini sangat berguna untuk mengopy file ke/dari remote mesin. Juga tidak aman, gunakan scp dari keluarga ssh sebagai gantinya.

#scp /source /destination
(secure copy) untuk copy file ke atau dari mesin lain, contoh scp user@ipaddress:/source /destination
minicom Program Minicom (dapat dikatakan seperti “Procomm/Hyperterminal for Linux”).

#./program_name
Menjalankan program pada direktori aktif, yang mana tidak terdapat pada PATH anda

#xinit
Menjalankan X-window server (tanpa windows manager).

#startx
Menjalankan X-window server dan meload default windows manager. Sama seperti perintah “win” under DOS dengan Win3.1

#startx — :1
Menjalankan sesi X-windows berikutnya pada display 1 (default menggunakan display 0). Anda dapat menjalankan banyak GUI terminal secara bersamaan, untuk pindah antar GUI gunakan , , etc, tapi ini akan lebih banyak memakan memori.

#xterm
(pada X terminal) ,menjalankan X-windows terminal. Untuk keluar ketikkan exit

#xboing
(pada X terminal). Sangat lucu deh …., seperti games-games lama …..
gimp (pada X terminal) Program image editor yang sangat bagus, bisa disamakan dengan Adobe Photoshop, yang membedakan adalah program ini gratis.

#netscape
(pada X terminal) menjalankan netscape, versi pada waktu tulisan ini dibuat telah mencapai versi 4.7
netscape -display host:0.0 (pada X terminal) menjalankan netscape pada mesin yang aktif dan menampilkan outputnya pada mesin yang bernama host display 0 screen 0. Anda harus memberikan akses untuk mesin aktif untuk menampilkannya pada mesin host dengan perintah xhost

#shutdown -h now
(sebagai root) Shut down sistem. Umumnya digunakan untuk remote shutdown. Gunakan untuk shutdown pada konsol (dapat dijalankan oleh user).

#halt
reboot (sebagai root) Halt atau reboot mesin. Lebih simple dari perintah di atas.

#man topic
Menampilkan daftar dari sistem manual pages (help) sesuaidengan topic. Coba man man. lalu tekan q untuk keluar dari viewer. Perintah info topic Manual pages dapat dibaca dilhat dengan cara any_command –help.

#apropos topic
Menampilkan bantuan manual berdasarkan topik..

#pwd
Melihat direktori kerja saat ini

#hostname
Menampilkan nama local host (mesin dimana anda sedang bekerja). Gunakan perintah netconf (sebagai root) untuk merubah nama host dari mesin tersebut, atau edit file /etc/hosts

#whoami
Mencetak login name anda

#id username
Mencetak user id (uid) atau group id (gid)

#date
Mencetak atau merubah tanggal dan waktu pada komputer, contoh merubah tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57 dengan perintah: date 123123572000

#time
Melihat jumlah waktu yg ditangani untuk penyelesaian suatu proses + info lainnya. Jangan dibingungkan dengan perintah date
who Melihat user yang login pada komputer kita.

#rwho -a
Melihat semua user yg login pada network anda. Layanan perintah rwho ini harus diaktifkan, jalankan setup sebagai root untuk mengaktifkannya.

#finger username
Melihat informasi user, coba jalankan; finger root

#last
Melihat user sebelumnya yang telah login di komputer.

#uptime
Melihat jumlah waktu pemakaian komputer oleh seseorang, terhitung proses reboot terakhir.

#ps
(=print status) Melihat proses-proses yang dijalankan oleh user

#ps aux
Melihat seluruh proses yang dijalankan, walaupun tanpa terminal

#uname -a
Informasi system kernel anda

#free
Informasi memory (dalam kilobytes).

#df -h
(=disk free) Melihat informasi pemakaian disk pada seluruh system (in human-readable form)

#du / -bh
(=disk usage) Melihat secara detil pemakaian disk untuk setiap direktori, dimulai dari root (in human legible form).

#cat /proc/cpuinfo
Cpu info. Melihat file pada /proc directori yang bukan merupakan file nyata (not real files).

#cat /proc/interrupts
Melihat alamat interrupt yang dipakai.

#cat /proc/version
Melihat Versi dari Linux dan informasi lainnya.

#cat /proc/filesystems
Melihat filesystem yang digunakan.

#cat /etc/printcap
Melihat printer yang telah disetup

#lsmod (as root)
Melihat module-module kernel yang telah di load.

Demikian tutorial linux tentang sebagian dari sekian banyak perintah dasar berbasis teks di terminal linux, jika ada yang dirasa kurang, silahkan tambahkan melalui kolom komentar dibawah, mudah2an penjelasan singkat belajar linux ini bermanfaat

Jumat, 23 April 2010

Setting DNS Server

Konsep & Cara Kerja DNS

DNS (Domain Name System) adalah suatu system yang mengubah nama host (seperti linux.or.id) menjadi alamat IP (seperti 64.29.24.175) atas semua komputer yang terhubung langsung ke Internet. DNS juga dapat mengubah alamat IP menjadi nama host.

DNS bekerja secara hirarki dan berbentuk seperti pohon (tree). Bagian atas adalah Top Level Domain (TLD) seperti COM, ORG, EDU, MIL dsb. Seperti pohon DNS mempunyai cabang-cabang yang dicari dari pangkal sampai ke ujung. Pada waktu kita mencari alamat misalnya linux.or.id pertama-tama DNS bertanya pada TLD server tentang DNS Server yang melayani domain .id misalnya dijawab ns1.id, setelah itu dia bertanya pada ns1.id tentang DNS Server yang bertanggung jawab atas .or.id misalnya ns.or.id kemudian dia bertanya pada ns.or.id tentang linux.or.id dan dijawab 64.29.24.175

Sedangkan untuk mengubah IP menjadi nama host melibatkan domain in-addr.arpa. Seperti domain lainnya domain in-addr.arpa pun bercabang-cabang. Yang penting diingat adalah alamat IP-nya ditulis dalam urutan terbalik di bawah in-addr.arpa. Misalnya untuk alamat IP 64.29.24.275 prosesnya seperti contoh linux.or.id: cari server untuk arpa, cari server untuk in-addr.arpa, cari server untuk 64.in-addr.arpa, cari server 29.64.in-addr.arpa, cari server untuk 24.29.64.in-addr.arpa. Dan cari informasi untuk 275.24.29.64.in-addr.arpa. Pembalikan urutan angkanya memang bisa membingungkan.
DNS Server di Linux

DNS Server di linux biasanya dijalankan oleh program yang bernama named. Program ini merupakan bagian dari paket bind yang dikoordinasikan oleh Paul Vixie dari The Internet Software Consortium. Biasanya program ini terletak di /usr/sbin/named dan dijalankan pada waktu booting dari /etc/rc.d/init.d/named start. Agar named dijalankan pada setiap booting masukkan named ke daftar server yang harus distart dengan menggunakan ntsysv.
File Konfigurasi

File konfigurasi untuk named adalah /etc/named.conf yang seperti biasa adalah text file. Format file ini seperti format program C atau Pascal yakni tiap perintah diakhiri dengan ';' dan blok perintah di kurung dengan '{' dan '}'. Ada beberapa blok yang sering digunakan yaitu:

options

untuk mengatur konfigurasi server secara global dan menentukan default
zone

untuk mengatur konfigurasi zona DNS

Caching Only DNS Server

Caching Only DNS Server akan mencari jawaban dari pertanyaan DNS dan mengingat jawabannya ketika anda bertanya lagi. Ini akan mempersingkat waktu tunggu pada pertanyaan DNS berikutnya terutama jika anda menggunakan koneksi yang lambat seperti modem.
Konfigurasi

File konfigurasi Caching Only DNS sudah disediakan oleh RedHat dalam paket caching-nameserver anda tinggal menginstal paketnya dan mengedit file /etc/named.conf dan menambahkan baris berikut pada blok options:

forward first;
forwarders {
202.158.3.6;
202.158.3.7;
};


Kedua alamat IP diatas adalah alamat IP untuk DNS Server ISP saya yaitu CBN jika ISP anda berbeda anda harus menggantinya.
Membuat Domain Sendiri

Pada bagian ini kita akan membuat domain untuk jaringan lokal (LAN) misalnya intra.aki. Ada baiknya menggunakan domain yang benar-benar tidak ada di Internet sehingga kita tidak mengganggu domain siapa pun. Perlu diingat bahwa tidak semua karakter diperbolehkan untuk menjadi nama host yang dibolehkan hanya A-Z, a-z, 0-9 dan karakter '-'. Selain itu nama hostitu tidak bergantung pada huruf besar atau huruf kecil, jadi linux.intra.aki dan LINUX.Intra.AKI adalah sama. Kita masih mengedit file yang berasal dari paket caching-nameserver.
Tambahan di /etc/named.conf

Pertama kita mengedit file /etc/named.conf untuk menambahkan baris berikut:

zone "intra.aki" {
type master;
notify no;
file "intra.aki";
}


Yang berarti bahwa kita membuat zona domain intra.aki dimana kita adalah penguasa domain tersebut (type master) tetapi kita tidak ingin domain ini tersebar ke internet (notify no) dan informasi tentang anggota domainnya itu sendiri disimpan di file intra.aki di direktori yang ditentukan oleh keyword direktory dari blok options yang berisi /var/named
File Zona intra.aki

Kemudian kita membuat file zona intra.aki yang berisi informasi tentang anggota domain

; Zone file for intra.aki
@ IN SOA ns.intra.aki. root.intra.aki. (
2000091401 ; serial
8H ; refresh
3H ; retry
1W ; expire
1D ; default_ttl
)
NS ns
A 192.168.1.100
MX 10 linux.intra.aki.
MX 20 other.extra.aki.
localhost A 127.0.0.1
linux A 192.168.1.100
ns A 192.168.1.100
ftp CNAME linux
pop CNAME linux
www CNAME linux.intra.aki
cctv A 192.168.1.3


Perhatikan tanda '.' pada akhir dari nama domain di file ini. File zona ini mengandung 9 Resource Record(RR): satu SOA RR, satu NS RR, tiga CNAME RR dan empat AA RR. SOA merupakan singkatan dari Start Of Authority. Karakter “@” berarti nama domain dari zona yaitu intra.aki jadi baris kedua diatas berarti

intra.aki. IN SOA ....


NS adalah Name Server RR. Tidak ada “@” pada awal baris karena baris diatasnya dimulai dengan '@'. Menghemat waktu mengetiknya. Jadi baris NS bisa juga di tulis

intra.aki. IN NS ns


Ini memberitahu DNS host mana yang menjadi name server bagi domain intra.aki yakni ns.intra.aki. 'ns' adalah nama yang biasa dipakai untuk name server, tetapi seperti web server yang biasa dinamakan www.anu namanya bisa diubah menjadi apapun.

Baris SOA adalah pembuka bagi semua file zona dan harus ada satu dalam setiap file zona. Baris tersebut menjelaskan zona, darimana dia datang (host bernama ns.intra.aki), siapa yang bertanggung jawab atas isinya (root@intra.aki), versi zona file (serial: 2000091401) dan parameter lainnya yang berhubungan dengan caching dan secondary DNS Server. Perlu diperhatikan bahwa ns.intra.aki haruslah nama host dengan A RR. Tidak diperbolehkan membuat CNAME RR untuk nama yang disebutkan di SOA.

RR A mendefinisikan alamat IP dari suatu nama host sedangkan CNAME mendefinisikan nama alias dari suatu host yang harus merujuk ke RR lainnya.

Ada satu lagi tipe RR pada file ini yaitu MX atau Mail eXchanger. RR ini berfungsi untuk memberitahukan sistem mail kemana harus mengirim e-mail yang di alamatkan ke seseorang@intra.aki dalam hal ini linux.intra.aki atau other.extra.aki. Angka sebelum nama host adalah prioritas MX. RR dengan angka terendah (10) adalah host yang harus dikirimkan email pertama kali. Jika tidak berhasil maka e-mail bisa dikirim ke host lain dengan angka yang lebih besar misalnya other.extra.aki yang mempunyai prioritas 20.
Zona Reverse

Zona Reverse diperlukan untuk mengubah dari alamat IP menjadi nama. Nama ini digunakan oleh berbagai macam server (FTP, IRC, WWW dsb) untuk menentukan apakah anda diperbolehkan mengakses layanan tersebut atau sejauh mana prioritas yang diberikan kepada anda. Untuk mendapatkan akses yang penuh pada semua layanan di Internet diperlukan zona reverse.
Tambahan di /etc/named.conf

Tambahkan baris berikut di /etc/named.conf

zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
notify no;
type master;
file "192.168.1";
}


Seperti sebelumnya artinya kita membuat zona domain 1.168.192.in-addr.arpa yang tidak disebar ke internet dan disimpan di file /var/named/192.168.1
File zona 192.168.1

Sekarang kita membuat file zona 192.168.1 untuk domain 1.168.192.in-addr.arpa seperti berikut:

; Zone file for reverse zone 1.168.192.in-addr.arpa (192.168.1.x)
@ IN SOA ns.intra.aki. root.intra.aki. (
2000072801 ; serial
28800 ; refresh
7200 ; retry
604800 ; expire
86400 ; default_ttl
)
@ IN NS ns.intra.aki.
100 IN PTR linux.intra.aki.
3 IN PTR cctv.intra.aki.


Ada RR baru disini yakni PTR yang berfungsi untuk memetakan IP ke nama host
Security

Jika anda memasang DNS server pada komputer yang berfungsi sebagai gateway antara jaringan internal anda dengan jaringan Internet serta DNS Server anda tidak melayani request dari luar (caching only DNS atau DNS untuk jaringan lokal saja) maka anda bisa membuat named untuk melayani hanya jaringan lokal saja dengan menambah baris berikut di dalam blok options:

listen-on { 127.0.0.1; 192.168.1.100; };

Sehingga named hanya membuka port pada interface loopback (127.0.0.1) dan eth0 (192.168.1.100).

Jumat, 16 April 2010

Sejarah linux

Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakanproyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).

Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME). Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat.

Karena kernel Linux dikembangkan dengan usaha yang independent, banyak aplikasi yang tersedia, sebagai contoh, C Compiler menggunakan gcc dari Free Software Foundation GNU’s Project. Compiler ini banyak digunakan pada lingkungan Hewlett-Packard dan Sun.

Sekarang ini, banyak aplikasi Linux yang dapat digunakan untuk keperluan kantor seperti untuk spreadsheet, word processor, database dan program editor grafis yang memiliki fungsi dan tampilan seperti Microsoft Office, yaitu Star Office. Selain itu, juga sudah tersedia versi Corel untuk Linux dan aplikasi seperti Matlab yang pada Linux dikenal sebagai Scilab.

Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan programprogram lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro. Ada banyak sekali distro Linux, diantaranya :

* RedHat, distribusi yang paling populer, minimal di Indonesia. RedHat merupakan distribusi pertama yang instalasi dan pengoperasiannya mudah.
* Debian, distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb dalam paket instalasi. programnya.
* Slackware, merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya) adalah yang sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil. Yang kedua karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga setiap program yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan libc5 bukan glibc2 seperti yang lain.
* SuSE, distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup Tools) untuk mengkonfigurasi sistem. SuSE merupakan distribusi pertama dimana instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia.
* Mandrake, merupakan varian distro RedHat yang dioptimasi untuk pentium. Kalau komputer kita menggunakan pentium ke atas, umumnya Linux bisa jalan lebih cepat dengan Mandrake.
* WinLinux, distro yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (WIndows). Jadi untuk menjalankannya bisa di-klik dari Windows. WinLinux dibuat seakan-akan merupakan suatu program aplikasi under Windows. Dan masih banyak distro-distro lainnya yang telah tersedia maupun yang akan muncul.

Kelebihan Linux
Di sini akan dijelaskan beberapa kelebihan dari sistem operasi Linux/UNIX dibandingkan dengan dengan sistem operasi yang lain. Dan berikut ini adalah beberapa fakta dari hal-hal yang menguntungkan dengan menggunakan program dan file-file Linux/UNIX :

* Pada dasarnya semua data tersimpan di dalam harddisk walau ada beberapa kondisi dimana data
tersimpan di disket. Linux/UNIX memberikan beberapa proses spesial dimana terminal, printer dan device hardware lainnya dapat diakses seperti kita mengakses file yang tersimpan dalam harddisk
atau disket.
* Ketika program dijalankan, program tersebut dijalankan dari harddisk ke dalam RAM dan setelah
dijalankan akan dinamakan sebagai proses.
* Linux/UNIX menyediakan servis untuk membuat, memodifikasi program, proses dan file.
* Linux/UNIX mendukung struktur file yang bersifat hirarki.
* Linux/UNIX adalah salah satu sistem operasi yang termasuk ke dalam kelas sistem operasi yang
dapat melakukan multitasking. Multitasking sendiri adalah keadaan dimana suatu sistem operasi
dapat melakukan banyak kerjaan pada saat yang bersamaan.
* Selain multitasking, Linux/UNIX juga dapat mendukung multiuser. Yaitu sistem operasi yang
pada saat bersamaan dapat digunakan oleh lebih dari satu user yang masuk ke dalam sistem. Bahkan untuk Linux juga mendukung untuk multiconsole dimana pada saat bersamaan di depan komputer langsung tanpa harus melalui jaringan dan memungkinkan lebih dari satu user masuk ke dalam sistem.